Nama
|
jurassic world
|
| KONDISI | BARU |
| Berat (kg) | 0 gram |
| STOK | ADA |
Sinopsis:
Lagi-lagi terulang kembali, sebuah theme park dinosaurus menjadi kacau balau setelah salah satu dinosaurus paling berbahaya kabur dan kini memangsa apapun yang ada di hadapannya.
Review:
Di hati saya yang masih bocah ini,
Jurassic Park (1993) berada di posisi yang amat spesial. Film yang digarap oleh Steven Spielberg itu adalah film pertama, sejauh ingatan, yang memperkenalkan saya dengan konsep kasat mata namun dapat dirasa yang bernama "
the magic of cinema". Melihat manusia dan dinosaurus jalan bersebelahan diiringi musik gubahan John Williams merupakan suatu momen yang mampu membuat diri kecil saya kagum, hingga kini mungkin. Lalu, momen "sakral" tersebut kemudian dirusak oleh
video ini, canda.
Kesuksesan film tersebut kemudian melahirkan dua
sequel yang...
meh.
Jurassic World adalah merupakan upaya pembaharuan
franchise ini. Upaya yang sudah lama terseok-seok di
development hell, layaknya
Mad Max: Fury Road (George Miller, 2015). Untuk
installment keempatnya, kursi sutradara tidak diduduki oleh Spielberg, dirinya berperan sebagai
executive producer. Film ini digarap oleh sutradara "hijau" Colin Trevorrow. Film ini praktis menjadi film
feature keduanya setelah sebelumnya menyutradarai film
indiepenuh daya tarik berjudul
Safety Not Guaranteed (2012). Untuk naskah film ditulis borongan oleh Trevorrow bersama Rick Jaffa, Amanda Silver, dan Derek Connolly. Sebagai catatan film ini mengabaikan cerita yang terjadi di film
The Lost World (1997) dan
Jurassic Park III (2001) demi adanya ruang nafas bercerita yang lebih lapang. Penganuliran
sequel yang kini menjadi sebuah tren, seperti
sequel Alien yang dalam penggarapan Neill Blomkamp atau
X-Men: Days of Future Past (2014) yang seolah menganulir kegagalan
The Last Stand (2006).
Film ini dibuka dengan gambar telur dinosaurus yang menetas.
Suasana yang entah mengapa serasa seperti melihat telur
face-hugger. Mungkin karena adanya iringan musik yang tanpa basa-basi sudah membangun atmosfir tegang yang ngeri-ngeri sedap. Dari konsep cerita, antara
Jurassic Worlddengan
Jurassic Park tidaklah jauh berbeda. Nyaris tidak ada yang baru, seakan film ini mengulang apa yang terjadi di
Jurassic Park. Masih bertemakan "
mankind's attempt to control nature" dimana pepatah "
... your scientists were so preoccupied with whether or not they could that they didn't stop to think if they should," masih terasa valid. Kemudian untuk konflik dari
Jurassic World dapat diringkas secara manis menjadi, "
they never learn." Ya, memang mereka tidak pernah belajar.

Setelah duapuluh dua tahun semenjak kejadian di film pertama, kita diajak kembali ke pulau Isla Nublar. Di pulau tersebut terdapat Jurassic World, sebuah
theme park dinosaurus yang merupakan kelanjutan dari Jurassic Park. Berbeda dengan taman sebelumnya, Jurassic World sudah beroperasi dan dibuka untuk umum. Taman yang riuh ramai dan disesaki
product placement.
Zach (Ty Simpkins) dan
Gray (Nick Robinson) adalah dua orang saudara yang berkunjung di taman ini, tidak bersama orangtua mereka yang sedang ada
urusan. Tante mereka,
Claire (Bryce Dallas Howard) adalah
operational manager taman tersebut. Kedatangan mereka berdua bertepatan dengan persiapan pembukaan aktraksi baru taman tersebut. Aktraksi yang berupa
hybrid dinosaurus bernama Indominus Rex. Saat kandang Indominus diperiksa oleh pawang raptor bernama
Owen Grady (Chris Pratt), dinosaurus tersebut kabur dan semakin "ramai" lah taman tersebut.
Suatu kemalangan bagi film ini yang akan selalu dibandingkan-bandingkan film pertamanya. Jurassic World memang belum bisa menyamai "feel" dari Jurassic Park, namun bukan berarti film ini tidak memiliki taring. Film ini sangat menghibur. Mengandalkan atmosfir horor yang membuat tegang bukan kepalang pada paruh awalnya lalu ditutup dengan rentetan aksi cepat nan memanjakan mata. Jurassic World juga dipenuhi dengan humor-humor menggelitik yang disampaikan oleh para tokoh film ini dengan timing yang tepat. Poin plus selanjutnya adalah banyaknya homage dan tribute kepadaJurassic Park. Film ini layaknya sebuah wahana nostalgia. Membuat hati yang masih bocah ini kegirangan sendiri di kursi penonton. Banyak kemunculan unsur-unsur ikonik yang ada di film pertama. Unsur-unsur yang bagi penggemar Jurassic Park dapat dengan mudah menyadarinya dan membuat hati gembira.

Kekurangan film ini mungkin terdapat pada minimnya inovasi. Terlalu banyak hal yang sama menyebabkan film ini terkesan seperti
copy-paste. Hanya saja hal tersebut bukanlah masalah yang berarti bagi saya karena adanya banyak
reference ke film pertama. Dari segi skrip,
Jurassic World tidak sepintar film pertamanya. Konsep
hybrid dinosaur yang terwujudkan dalam bentuk
Indominus Rex pas dengan seleraku. Cukup menarik dan lebih menarik lagi jika
tahu apa maksud dibalik wujud tersebut. Namun konsep lainnya yaitu konsep "weaponized raptors" tidak semenarik kedengarannya, justru malah membosankan. Bahkan penyampaian oleh seorang Kingpin
Vincent D'Onofrio saja tidak mampu membuat konsep tersebut seru.
Dari mayoritas media promosi
Jurassic World, diperlihatkan bahwa tokoh Owen Grady yang diperankan oleh
star-lord Chris Pratt akan menjadi tokoh paling menarik di film ini. Coba lihat saja kemampuannya
"jaipongan"bersama Velociraptor.
Wow banget. Meski keren justru titel tokoh paling menarik tidaklah dipangku olehnya, melainkan oleh tokoh Claire yang diperankan oleh Bryce Dallas Howard. Tokoh ini memiliki perkembangan karakter paling mumpuni dan
heroine sesungguhnya film ini. Selain itu tokoh ini juga cukup unik, sepanjang film ia berlarian (bahkan bisa lebih cepat dibandingkan T-Rex) dan berjibaku di hutan dengan memakai sepatu hak tinggi. Semacam
kemampuan superhuman lah itu. Lalu ada dinamika persaudaraan antara Zach dan Gray cukup memberi warna di film ini.
Best Scene:
Saat Claire lepas kemeja dan mengikatkannya di pinggangnya, hehe. Banyak adegan menarik di film ini. Dari mulai saat Indominus kabur hingga adegan gelut
epic di akhir film. Namun hal yang paling membuat saya girang sendiri adalah saat Zach dan Gray
tak sengaja mampir ke Jurassic Park dan menemukan spanduk "When dinosaurs ruled the Earth" yang ikonik itu.
Kesimpulan:
Remember, if something chases you… run!
Dari segi cerita, Jurassic World tidak jauh berbeda dengan Jurassic Park. Baik dari konsep "mankind's attempt to control nature" maupun detil-detil cerita lainnya. Film ini hampir terasa seperti copy-paste, namun versi tidak pintarnya. Poin plus paling besar dari film ini adalah adanya segudanghomage dan tribute kepada Jurassic Park yang mampu membuat fansfranchise ini girang-girang sendiri, terjebak dalam ruang nostalgia. Selain itu film ini juga menyajikan atmosfir horor yang membuat tegang bukan kepalang pada paruh awalnya lalu ditutup dengan rentetan aksi cepat nan memanjakan mata.
sumber : http://review-luthfi.blogspot.com/2015/06/review-jurassic-world-2015.html
Forum Pemesanan Produk
Proses Pengecekan order Paling Lama 2 Hari (atau VIA SMS :081280129394 )