Selamat Berbelanja

bangkit dari kubur

 RP 45,000.00


Nama
bangkit dari kubur
KONDISIBARU
Berat (kg)0 gram
STOKADA


Forum Pemesanan Produk

Proses Pengecekan order Paling Lama 2 Hari (atau VIA SMS :081280129394 )


Powered by 123ContactForm | Report abuse

Fast&Firious 7

 RP 45,000.00


Nama
Fast&Firious 7
KONDISIBARU
Berat (kg)0 gram
STOKADA


Forum Pemesanan Produk

Proses Pengecekan order Paling Lama 2 Hari (atau VIA SMS :081280129394 )


Powered by 123ContactForm | Report abuse

San Andreas

 RP 5,000.00


Nama
San Andreas
KONDISIBARU
Berat (kg)0 gram
STOKADA
Sinopsis:
Tak ada satu pun manusia yang dapat melawan kekuatan alam ketika marah. Tak terkecuali bagi California yang dikisahkan terkena bencana gempa dalam film 'San Andreas'. Gempa berkekuatan 9,1 skala richter itu mampu memporak-porandakan salah satu kota terbesar di Amerika Serikat.
Ray (Dwayne Johnson) yang merupakan seorang pilot helikopter tim penyelamat harus berjuang menolong banyak orang. Selain warga California, Ray juga harus menolong mantan istrinya, Emma Gaines (Carla Gugino) dan anak semata wayangnya Blake Gaines (Alexandra Daddario). Ray mengerahkan semua kemampuannya untuk menolong Emma yang terjebak dalam gedung yang akan runtuh. Emma harus berlari ke atas gedung agar dapat ditolong oleh Ray.
Usaha Ray ternyata tak sia-sia. Ia berhasil mengangkat Emma ke helikopter. Perjuangan keduanya ternyata tak berhenti sampai disitu. Ray dan Emma harus segera menyusul Blake yang terjebak di daerah terpencil sebelum gempa menelan nyawa putrinya itu.
Blake diketahui pergi bersama kekasih Emma, Daniel Riddick (Ioan Gruffudd). Namun kejadian gempa itu membuat Blake mengetahui sifat asli Daniel. Daniel meninggalkan Blake dalam keadaan kaki Blake terjepit di mobil yang mereka tumpangi. Seorang yang baru dikenalnya, Ben Taylor (Hugo Johnstone-Burt) tiba-tiba datang menolong Blake.
Kini Blake menemukan teman untuk meneruskan perjuangannya menemukan sang ayah. Blake, Ben, dan Ollie (Art Parkinson) terus menyusuri kota untuk menemukan tempat tertinggi yang mungkin dapat mereka jangkau. Namun gempa susulan terus terjadi sehingga mereka harus benar-benar berjuang untuk dapat bertemu dengan Ray dan Emma.
Perjuangan dramatis itu semakin terlihat saat Ray dan Emma yang berhasil menemukan Blake terjebak dalam sebuah gedung. Kegembiraan mereka ternyata harus terhalang oleh gelombang tsunami yang kembali menerjang. Fisik Blake pun semakin melemah karena perjuangannya yang telah dilaluinya itu. Apakah usaha Ray untuk membebaskan Blake berhasil? Lalu bagaimanakah nasib keluarga kecil Ray?
Review:
Film 'San Andreas' telah memberikan warna tersendiri bagi perfilman Hollywood musim ini. Pasalnya, film yang mengangkat fenomena alam sudah sangat jarang. Namun Brad Peyton berhasil mengemas kronologi dan suasana gempa yang dahsyat dalam sebuah film layar lebar.
Sangat wajar ketika portal Cinemascore memberikan nilai A- untuk film 'San Andreas'. Film ini telah memberikan efek menegangkan di hampir setiap adegannya. Penonton seakan-akan tak bisa dibuat lengah dengan setiap detail film.
Semua aspek tak luput dari pemikiran Peyton. Tak hanya gempa, Peyton juga menampilkan fenomena alam tsunami yang terjadi akibat gempa 9,1 skala richter itu. Peyton benar-benar menampilkan keadaan kota yang hancur akibat bencana itu. Momen gedung-gedung runtuh membuat film ini seakan nyata. Banyak penonton yang dibuat terbelalak dengan 'kehancuran' California.
Memang bukan perkara mudah membuat setting dalam film seakan nyata. Namun 'San Andreas' telah mencobanya dengan cukup baik. Akting para pemain film juga sangat mendukung untuk membuat film ini 'nyata'. Karakter Ray sangat melekat pada sosok Dwayne Johnson. Johnson dapat menggunakan 'kekekaran' tubuhnya untuk menjelma menjadi tim penyelamat yang kuat.
Art Parkinson menjadi aktor paling muda di film 'San Andreas'. Akan tetapi karakter Ollie Taylor yang kecil dan pemberani itu berhasil diperankan baik oleh Parksinson. Ia bahkan tak malu-malu untuk 'menggoda' Blake (Alexandra Daddario).
'San Andreas' digadang-gadang akan menjadi salah satu film tersukses Warner Bros. Di awal penayangannya, film ini berhasil menduduki posisi pertama box office. Film 'San Andreas' sudah dapat Anda saksikan dalam bentuk 2D dan 3D di bioskop-bioskop tanah air.

Foto-foto Adegan:
























Forum Pemesanan Produk

Proses Pengecekan order Paling Lama 2 Hari (atau VIA SMS :081280129394 )


Powered by 123ContactForm | Report abuse

Minions 2015



RP 5,000.00


Nama
Minions 2015
KONDISIBARU
Berat (kg)0 gram
STOKADA
angnya master mendorong mereka ke dalam depresisehingga Kevin Minion dandua relawan lainnya berangkat untuk mencari yang baruMereka tiba di sebuah konvensipenjahat, di mana mereka bersaing untuk hak untuk menjadi antek untuk Scarlet Overkill,penjahat stylish dan ambisius bertekad untuk mendominasi duniadan menjadi wanita pertama super-penjahat.

ScreenShot:



Jadwal Rilis : 
~ 10 July 2015 (USA)  

Forum Pemesanan Produk

Proses Pengecekan order Paling Lama 2 Hari (atau VIA SMS :081280129394 )


Powered by 123ContactForm | Report abuse

Insidious 3

 RP 5,000.00


Nama
Insidious 3
KONDISIBARU
Berat (kg)0 gram
STOKADA
Director : Leigh Whannell
Writer : Leigh Whannell (screenplay)
Stars : Dermot Mulroney, Stefanie Scott, Angus Sampson
Date : 5 June 2015 (USA)

Kisah 'Insidious Chapter 3' bercerita sebelum keluarga Lambert belum dihantui seperti yang terjadi pada serial sebelumnya. Mengisahkan sebelum Elise Rainier (Lin Shaye) tewas dan menjelma menjadi hantu.

Saat masih hidup, Elise adalah seorang paranormal yang dimintai bantuan untuk melakukan kontak dengan roh orang mati. Tapi entah kenapa, Elise seperti seperti ragu untuk menggunakan kemampuannya menghubungi orang mati. Kemampuan itu bertujuan untuk membantu seorang gadis remaja (Stefanie Scott) yang tubuhnya dijadikan sasaran roh jahat.

sumber : http://nahwi-film.blogspot.com/2014/10/insidious-chapter-3-2015.html

Forum Pemesanan Produk

Proses Pengecekan order Paling Lama 2 Hari (atau VIA SMS :081280129394 )


Powered by 123ContactForm | Report abuse

Jurassic World

 RP 5,000.00


Nama
jurassic world
KONDISIBARU
Berat (kg)0 gram
STOKADA
Sinopsis:
Lagi-lagi terulang kembali, sebuah theme park dinosaurus menjadi kacau balau setelah salah satu dinosaurus paling berbahaya kabur dan kini memangsa apapun yang ada di hadapannya.

Review:
Di hati saya yang masih bocah ini, Jurassic Park (1993) berada di posisi yang amat spesial. Film yang digarap oleh Steven Spielberg itu adalah film pertama, sejauh ingatan, yang memperkenalkan saya dengan konsep kasat mata namun dapat dirasa yang bernama "the magic of cinema". Melihat manusia dan dinosaurus jalan bersebelahan diiringi musik gubahan John Williams merupakan suatu momen yang mampu membuat diri kecil saya kagum, hingga kini mungkin. Lalu, momen "sakral" tersebut kemudian dirusak oleh video ini, canda.

Kesuksesan film tersebut kemudian melahirkan dua sequel yang... meh.Jurassic World adalah merupakan upaya pembaharuan franchise ini. Upaya yang sudah lama terseok-seok di development hell, layaknya Mad Max: Fury Road (George Miller, 2015). Untuk installment keempatnya, kursi sutradara tidak diduduki oleh Spielberg, dirinya berperan sebagai executive producer. Film ini digarap oleh sutradara "hijau" Colin Trevorrow. Film ini praktis menjadi film feature keduanya setelah sebelumnya menyutradarai film indiepenuh daya tarik berjudul Safety Not Guaranteed (2012). Untuk naskah film ditulis borongan oleh Trevorrow bersama Rick Jaffa, Amanda Silver, dan Derek Connolly. Sebagai catatan film ini mengabaikan cerita yang terjadi di film The Lost World (1997) dan Jurassic Park III (2001) demi adanya ruang nafas bercerita yang lebih lapang. Penganuliran sequel yang kini menjadi sebuah tren, seperti sequel Alien yang dalam penggarapan Neill Blomkamp atau X-Men: Days of Future Past (2014) yang seolah menganulir kegagalanThe Last Stand (2006).

Film ini dibuka dengan gambar telur dinosaurus yang menetas. Suasana yang entah mengapa serasa seperti melihat telur face-hugger. Mungkin karena adanya iringan musik yang tanpa basa-basi sudah membangun atmosfir tegang yang ngeri-ngeri sedap. Dari konsep cerita, antara Jurassic Worlddengan Jurassic Park tidaklah jauh berbeda. Nyaris tidak ada yang baru, seakan film ini mengulang apa yang terjadi di Jurassic Park. Masih bertemakan "mankind's attempt to control nature" dimana pepatah "... your scientists were so preoccupied with whether or not they could that they didn't stop to think if they should," masih terasa valid. Kemudian untuk konflik dari Jurassic World dapat diringkas secara manis menjadi, "they never learn." Ya, memang mereka tidak pernah belajar.

Setelah duapuluh dua tahun semenjak kejadian di film pertama, kita diajak kembali ke pulau Isla Nublar. Di pulau tersebut terdapat Jurassic World, sebuah theme park dinosaurus yang merupakan kelanjutan dari Jurassic Park. Berbeda dengan taman sebelumnya, Jurassic World sudah beroperasi dan dibuka untuk umum. Taman yang riuh ramai dan disesaki product placement.Zach (Ty Simpkins) dan Gray (Nick Robinson) adalah dua orang saudara yang berkunjung di taman ini, tidak bersama orangtua mereka yang sedang adaurusan. Tante mereka, Claire (Bryce Dallas Howard) adalah operational manager taman tersebut. Kedatangan mereka berdua bertepatan dengan persiapan pembukaan aktraksi baru taman tersebut. Aktraksi yang berupahybrid dinosaurus bernama Indominus Rex. Saat kandang Indominus diperiksa oleh pawang raptor bernama Owen Grady (Chris Pratt), dinosaurus tersebut kabur dan semakin "ramai" lah taman tersebut.

Suatu kemalangan bagi film ini yang akan selalu dibandingkan-bandingkan film pertamanya. Jurassic World memang belum bisa menyamai "feel" dari Jurassic Park, namun bukan berarti film ini tidak memiliki taring. Film ini sangat menghibur. Mengandalkan atmosfir horor yang membuat tegang bukan kepalang pada paruh awalnya lalu ditutup dengan rentetan aksi cepat nan memanjakan mata. Jurassic World juga dipenuhi dengan humor-humor menggelitik yang disampaikan oleh para tokoh film ini dengan timing yang tepat. Poin plus selanjutnya adalah banyaknya homage dan tribute kepadaJurassic Park. Film ini layaknya sebuah wahana nostalgia. Membuat hati yang masih bocah ini kegirangan sendiri di kursi penonton. Banyak kemunculan unsur-unsur ikonik yang ada di film pertama. Unsur-unsur yang bagi penggemar Jurassic Park dapat dengan mudah menyadarinya dan membuat hati gembira.


Kekurangan film ini mungkin terdapat pada minimnya inovasi. Terlalu banyak hal yang sama menyebabkan film ini terkesan seperti copy-paste. Hanya saja hal tersebut bukanlah masalah yang berarti bagi saya karena adanya banyakreference ke film pertama. Dari segi skrip, Jurassic World tidak sepintar film pertamanya. Konsep hybrid dinosaur yang terwujudkan dalam bentukIndominus Rex pas dengan seleraku. Cukup menarik dan lebih menarik lagi jika tahu apa maksud dibalik wujud tersebut. Namun konsep lainnya yaitu konsep "weaponized raptors" tidak semenarik kedengarannya, justru malah membosankan. Bahkan penyampaian oleh seorang Kingpin Vincent D'Onofrio saja tidak mampu membuat konsep tersebut seru.

Dari mayoritas media promosi Jurassic World, diperlihatkan bahwa tokoh Owen Grady yang diperankan oleh star-lord Chris Pratt akan menjadi tokoh paling menarik di film ini. Coba lihat saja kemampuannya "jaipongan"bersama Velociraptor. Wow banget. Meski keren justru titel tokoh paling menarik tidaklah dipangku olehnya, melainkan oleh tokoh Claire yang diperankan oleh Bryce Dallas Howard. Tokoh ini memiliki perkembangan karakter paling mumpuni dan heroine sesungguhnya film ini. Selain itu tokoh ini juga cukup unik, sepanjang film ia berlarian (bahkan bisa lebih cepat dibandingkan T-Rex) dan berjibaku di hutan dengan memakai sepatu hak tinggi. Semacam kemampuan superhuman lah itu. Lalu ada dinamika persaudaraan antara Zach dan Gray cukup memberi warna di film ini.

Could have been better? Yes. But, could have been worse? Absolutely yes! Sebagai salah satu film yang paling saya tunggu di tahun ini, saya sudah cukup bersyukur dengan hasil akhir film ini. Jurassic World sudah seperti love letter yang cukup manis kepada Jurassic Park. Penuh nostalgia yang memuaskan para fansnya. Lalu bagi yang bukan fans Jurassic Park juga masih dapat dihibur dengan ketegangan, keseruan, dan pemandangan yang oke.

Best Scene:
Saat Claire lepas kemeja dan mengikatkannya di pinggangnya, hehe. Banyak adegan menarik di film ini. Dari mulai saat Indominus kabur hingga adegan gelut epic di akhir film. Namun hal yang paling membuat saya girang sendiri adalah saat Zach dan Gray tak sengaja mampir ke Jurassic Park dan menemukan spanduk "When dinosaurs ruled the Earth" yang ikonik itu.



Kesimpulan:
Remember, if something chases you… run!

Dari segi cerita, Jurassic World tidak jauh berbeda dengan Jurassic Park. Baik dari konsep "mankind's attempt to control nature" maupun detil-detil cerita lainnya. Film ini hampir terasa seperti copy-paste, namun versi tidak pintarnya. Poin plus paling besar dari film ini adalah adanya segudanghomage dan tribute kepada Jurassic Park yang mampu membuat fansfranchise ini girang-girang sendiri, terjebak dalam ruang nostalgia. Selain itu film ini juga menyajikan atmosfir horor yang membuat tegang bukan kepalang pada paruh awalnya lalu ditutup dengan rentetan aksi cepat nan memanjakan mata.
sumber : http://review-luthfi.blogspot.com/2015/06/review-jurassic-world-2015.html

Forum Pemesanan Produk

Proses Pengecekan order Paling Lama 2 Hari (atau VIA SMS :081280129394 )


Powered by 123ContactForm | Report abuse
 
ibs(idblogsite)
Copyright © 2013. iNDOTOKO Template Allright reserved.